Pada dasarnya,tanah berasal dari batuan dan
zat organik yang mengalami pelapukan.
Berubahnya
batuan dan zat organik menjadi butir-butir tanah disebabkan oleh beberapa
faktor
berikut.
a.Pemanasan matahari pada siang hari dan pendinginan pada
malam hari.
b.Pemadatan
dan tekanan pada sisa-sisa zat organik akan mempercepat terbebntuknya batuan.
c.Batuan
yang sudah retak,pelapukannya dipercepat oleh air.
d.Binatang-binatang
kecil seperti cacing tanah dan rayap akan membuat lubang dan mengeluarkan
zat-zat yang dapat menghancurkan batuan.
e.Akar
tumbuh-tumbuhan dapat menerobos dan mencegah batu-batuan hingga hancur.
•
Proses pembentukan tanah diawali dari pelapukan batuan, baik pelapukan fisik
maupun pelapukan kimia. Dari proses pelapukan ini, batuan akan menjadi lunak
dan berubah komposisinya. Pada tahap ini, batuan yang lapuk belum dikatakan
sebagai tanah, tetapi sebagai bahan tanah (regolith) karena masih menunjukkan
struktur batuan induk. Proses pelapukan terus berlangsung hingga akhirnya bahan
induk tanah berubah menjadi tanah. Proses pelapukan ini menjadi awal
terbentuknya tanah. Sehingga faktor yang mendorong pelapukan juga berperan dalam
pembentukan tanah.
•
Curah hujan dan sinar matahari berperan penting dalam proses pelapukan fisik,
kedua faktor tersebut merupakan komponen iklim. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa salah satu faktor pembentuk tanah adalah iklim. Ada beberapa faktor lain
yang memengaruhi proses pembentukan tanah, yaitu organisme, bahaninduk,
topografi, danwaktu.
Tahap
Pembentukan Tanah

•Tahap I
Pada tahap ini,permukaan batuan yang tersingkap di
permukaan akan berinteraksi secara langsung dengan atmosfer dan hidrosfer.
Keadaan ini akan menyebabkan permukaan batuan dengan kondisi yang tidak
stabil . Akibatnya terjadi pelapukan kimiawi diantaranya proses
oksidasi,hidrasi,hidrolisis,pelarutan dan sebagainya. Menjadikan permukaan
batuan lapuk,dengan mengubah struktur dan komposisi kimiawi material batuannya.
Dengan membentuk material yang lebih kecil dan lunak dibanding dengan keadaan
sebelumnya.
•Tahap II
Pada tahap ini,setelah
mengalami pelapukan bagian permukaan batuan yang lapuk akan menjadi lebih
lunak. Rekahan-rekahan yang terbentuk pada batuan akan menjadi jalur masuknya
air dan sirkulasi udara. Sehingga,dengan proses – proses yang sama, terjadilah
pelapukan pada lapisan batuan yang lebih dalam lagi.
•Tahap III
Pada tahap ini,di lapisan tanah bagian atas akan mulai
muncul tumbuh-tumbuhan perintis. Akar tumbuhan ini membentuk rekahan pada
lapisan-lapisan batuan .Dengan kehadiran tumbuhan,material sisa tumbuhan yang
mati akan membusuk membentuk humus. Air yang terinfiltrasi ke dalam lapisan
tanah akan membawa asam humus yang ada di lapisan atas melalui rekahan-rekahan
yang ada. Menjangkau lapisan batuan yang lebih dalam. Ini semua akan
menyebabkan meningkatnya keasaman pada tanah yang kemudian akan memicu
terjadinya pelapukan pada bagian-bagian tanah serta batuan yang lebih dalam.
Membentuk lapisan-lapisan tanah yang lebih tebal.Dengan semakin tebalnya
lapisan-lapisan tanah, air yang tefiltrasi ke dalam lapisan tanah dapat melakukan
proses pencucian (leaching) terdadap lapisan-lapisan yang dilaluinya. Ssehingga
tahapan ini merupakan awal terbetuknya horizon-horoizon tanah.
•Tahap IV
Pada tahapan ini, tanah
telah menjadi lebih subur. Sehingga tumbuhlah tumbuhan-tumbuhan yang lebih
besar. menyebabkan akar-akar tanaman menjangkau lapisan batuan yang lebih
dalam. Selain itu pada tahapan ini juga terjadi proses pencucian yang intensif.
Air yang terinfiltrasi (meresap) ke dalam lapisan-lapisan tanah membawa
mineral-mineral yang ada di lapisan atas dan mengendapkannya pada
lapisan-lapisan dibawahnya. Sehingga terbentuklah akumulasi mineral-mineral
tertentu pada lapisan-lapisan tanah tertentu membentuk horizon tanah.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
ٱلْعَٰلَمِين

0 komentar on "Proses Pembentukan Tanah "
Posting Komentar